Konsultasi Publik Road Map Silvikultur Intensif (SILIN)

Kegiatan Konsultasi Publik Road Map SILIN

PT. Inhutani I menghadiri konsultasi publik mengenai Road Map Silvikultur Intensif (SILIN) yang diselenggarakan oleh Dirjen PHPL Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Acara dilaksanakan pada hari selasa tanggal 22 Oktober 2019 di Hotel Pullman Central Park Jakarta. Acara dipimpin oleh Plt. Direktur Jendral Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Moch Na’iem, M. Agr dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Selama 30 tahun terakhir, terjadi penurunan produksi kayu hutan alam, industri kehutanan, dan jumlah tenaga kerja sektor kehutanan yang berdampak pada penurunan penerimaan negara berupa Dana Reboisasi (DR) dan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) sebesar lebih dari 77%. Upaya pengembalian hutan alam produksi perlu dilakukan dengan melakukan kegiatan penanaman pengkayaan dengan menggunakan jenis tanaman komersial unggul. Salah satu kegiatan penanaman pada hutan alam dapat dilakukan dengan penerapan teknis silvikultur intensif (SILIN). Silvikultur Intensif adalah teknik silvikultur yang memadukan 3 elemen yaitu pemuliaan pohon, manipulasi lingkungan, dan Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Jenis yang dikembangkan adalah Shorea leprosula, S. parvifolia, S. platyclados, S. johorensis, S. macrophylla, dan S. stenoptera.

Penyusunan Road Map SILIN ini memiliki maksud dan tujuan memberikan arahan rencana aksi dan implementasi Silvikultur Intensif hutan alam Indonesia, dalam kurun waktu tahun 2020-2045. Target pengembangan SILIN adalah penyiapan SDM terampil dibidang SILIN, penyiapan pedoman dan petunjuk teknis SILIN, terbangunnya mekanisme pasar terbuka untuk tanaman SILIN, dan peningkatan IPTEK tanaman SILIN. SILIN diterapkan pada 20% areal hutan alam sekunder di areal IUPHHK-HA. Penerapan SILIN diyakini dapat mengembalikan dan memperbaiki ekosistem hutan alam, dari sisi potensi kayu.

Focus Group Discussion (FGD): Pengembangan Pinus Bocor Getah Perum Perhutani

Perum Perhutani mengundang PT Inhutani I untuk menghadiri agenda Focus Group Discussion (FGD) mengenai Pengembangan Pinus Bocor Getah Perum Perhutani di Pusat Penelitian Pinus Perhutani Baturraden pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2019. FGD dipimpin oleh kelompok Peneliti Pinus Perum Perhutani, dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Moch Na’iem, M.Agr dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dan Dr. Ir. Gunawan Santosa, M.Si dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Suasana FGD di Puslitbang Pinus

FGD membahas mengenai hasil penelitian dan pengembangan Pinus Bocor Getah (PBG) dari asal benih KBS di berbagai KPH di Divre Jateng dengan luas 2.870,5 Ha. Penelitian PBG dilakukan sejak tahun 2004 hingga 2019 dan telah menjadi sumber materi pucuk/cangkok setelah sebelumnya dilakukan seleksi berdasarkan produksi getah. Produktivitas PBG sebesar 50-270 gram/pohon/lubang/hari dimana lebih produktif dibandingkan pinus normal.

Puslitbang Pinus
Kunjungan ke persemaian pinus

Pengembangan PBG telah menerapkan teknik Silvikultur Intensif. Pembibitan PBG merupakan bibit unggul hasil dari permuliaan tanaman. Pembibitan dilakukan menggunakan teknologi pembibitan secara generatif dari benih KBS, dan secara vegetatif dari hasil permuliaan pohon PBG berupa stek pucuk dan cangkok pucuk. Selain itu juga dilakukan proteksi tanaman dengan memanipulasi lingkungan tempat tumbuh dan pengendalian hama dan penyakit tanaman agar kualitas tetap terjaga.

Kegiatan proteksi tanaman pinus bocor getah

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi getah, Perum Perhutani menggunakan sistem bor sadap PJ18. Teknik sadap tersebut dapat meningkatkan produktivitas getah yang sebelumnya menggunakan teknik kuare sebesar 6-10 gram/pohon/hari menjadi 28-104 gram/pohon/hari. Peningkatan kualitas getah selain menggunakan sadap bor PJ18 juga dengan wadah getah SN72 yang dapat meningkatkan mutu dari mutu 1, 2 dan premium menjadi mutu super premuim.

Rendemen dari ekstraksi getah mengalami kenaikan dari 86-88% menjadi 95%. Selain memerhatikan hasil produksi getah, Perum Perhutani juga menerapkan pola tanam agroforestri. Pola tanam agroforestri dapat menjaga kelestarian sumber daya hutan, menambah pendapatan perhutani dan mensejahterakan masyarakat desa sekitar hutan.

Tegakan pinus di Puslitbang Pinus Baturraden

Membangun Negeri Bersama Inhutani

Mari kita satukan hati

Kerja Nyata dan Pasti

Bakti BUMN pada Ibu Pertiwi

Alunan Mars BUMN bergema di halaman gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara pada Jumat, 23 Agustus 2019. Para millenials karyawan baru BUMN  yang berasal dari berbagai perusahaan milik negara ini mengikuti inaugurasi karena telah lolos dari program perekrutan bersama FHCI BUMN tak terkecuali karyawan baru dari PT. Inhutani 1 yang mengirimkan perwakilannya sebanyak lima orang.

Terpancar energi positif dari para muda mudi terbaik bangsa karyawan baru BUMN. Semangat para millenials diharapkan mampu membawa BUMN meraih dan mempertahankan kejayaannya. PT. Inhutani sebagai Holding BUMN Kehutanan memiliki harapan besar pada generasi muda nya untuk berkontribusi aktif dan mampu membawa angin segar bagi kejayaan Inhutani dan Kehutanan di Indonesia.

Foto bersama Manager Senior SDM PT Inhutani I (kiri) perwakilan millenial Inhutani (tengah) dan Staff Legal PT Inhutani I (kanan)

video Mars BUMN dapat diakses di:

Mars BUMN