Focus Group Discussion (FGD): Pengembangan Pinus Bocor Getah Perum Perhutani

Perum Perhutani mengundang PT Inhutani I untuk menghadiri agenda Focus Group Discussion (FGD) mengenai Pengembangan Pinus Bocor Getah Perum Perhutani di Pusat Penelitian Pinus Perhutani Baturraden pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2019. FGD dipimpin oleh kelompok Peneliti Pinus Perum Perhutani, dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Moch Na’iem, M.Agr dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dan Dr. Ir. Gunawan Santosa, M.Si dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Suasana FGD di Puslitbang Pinus

FGD membahas mengenai hasil penelitian dan pengembangan Pinus Bocor Getah (PBG) dari asal benih KBS di berbagai KPH di Divre Jateng dengan luas 2.870,5 Ha. Penelitian PBG dilakukan sejak tahun 2004 hingga 2019 dan telah menjadi sumber materi pucuk/cangkok setelah sebelumnya dilakukan seleksi berdasarkan produksi getah. Produktivitas PBG sebesar 50-270 gram/pohon/lubang/hari dimana lebih produktif dibandingkan pinus normal.

Puslitbang Pinus
Kunjungan ke persemaian pinus

Pengembangan PBG telah menerapkan teknik Silvikultur Intensif. Pembibitan PBG merupakan bibit unggul hasil dari permuliaan tanaman. Pembibitan dilakukan menggunakan teknologi pembibitan secara generatif dari benih KBS, dan secara vegetatif dari hasil permuliaan pohon PBG berupa stek pucuk dan cangkok pucuk. Selain itu juga dilakukan proteksi tanaman dengan memanipulasi lingkungan tempat tumbuh dan pengendalian hama dan penyakit tanaman agar kualitas tetap terjaga.

Kegiatan proteksi tanaman pinus bocor getah

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi getah, Perum Perhutani menggunakan sistem bor sadap PJ18. Teknik sadap tersebut dapat meningkatkan produktivitas getah yang sebelumnya menggunakan teknik kuare sebesar 6-10 gram/pohon/hari menjadi 28-104 gram/pohon/hari. Peningkatan kualitas getah selain menggunakan sadap bor PJ18 juga dengan wadah getah SN72 yang dapat meningkatkan mutu dari mutu 1, 2 dan premium menjadi mutu super premuim.

Rendemen dari ekstraksi getah mengalami kenaikan dari 86-88% menjadi 95%. Selain memerhatikan hasil produksi getah, Perum Perhutani juga menerapkan pola tanam agroforestri. Pola tanam agroforestri dapat menjaga kelestarian sumber daya hutan, menambah pendapatan perhutani dan mensejahterakan masyarakat desa sekitar hutan.

Tegakan pinus di Puslitbang Pinus Baturraden

Leave a Reply