PENGEMBANGAN TANAMAN KAYU PUTIH, “TANTANGAN BARU” BAGI UNIT MANAJEMEN HUTAN TANAMAN GOWA

PT Inhutani I Unit Manajemen Hutan Tanaman (UMHT) Gowa memulai tantangan baru yang dinilai merupakan salah satu langkah strategis dalam perindustrian non kayu atau yang biasa disebut hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Indonesia bahkan dunia. UMHT Gowa sejak awal tahun 2020 telahmulai melakukan pembibitan sebanyak ± 1.200.000 tanaman kayu putih. Tanaman kayu putih dipilih karena paradigma pembangunan kehutanan terus berkembang dari permodelan hutan alam menjadi pengelolaan hasil hutan bukan kayu.

UMHT Gowa memilih tanaman kayu putih mengingat kebutuhan tahunan minyak kayu putih di dalam negeri sebesar 1.500 ton, sedangkan produksi dalam negeri dinilai hanya sebesar 500 ton. Sangat disayangkan karena untuk memenuhi kebutuhan kayu putih di dalam negeri saja masih mengandalkan ekspor dari luar negeri. Peluang yang menjanjikan ini yang mendorong semangat UMHT Gowa dalam mengembangkan kayu putih dari hulu ke hilir.

Lokasi yang dipilih merupakan areal kerja UMHT Gowa telah cocok untuk ditanami tanaman kayu putih berdasarkan kriteria. Tanaman kayu putih dapat tumbuh di suhu 17-33ºC, curah hujan 600-1750 mm/tahun, keadaan tanah kering, rawa dan daratan pantai, tanah dengan pH rendah dan tinggi, serta tempat terbuka. Hingga Oktober 2020 kegiatan pembibitan tanaman kayu putih UMHT Gowa telah terlaksana dengan baik dengan menghasilkan ± 1.200.000 bibit tanaman kayu putih. Bibit tersebut direncanakan akan ditanam pada bulan November 2020. Besar harapan PT Inhutani I pada kegiatan pengembangan tanaman kayu putih ini khususnya minyak kayu putih dapat menunjang pendapatan perusahaan dan perekonimoan masyarakat sekitar hutan dan tetap melestarikan lingkungan sekitar.

PENGEMBANGAN TANAMAN KAYU PUTIH, “TANTANGAN BARU” BAGI UNIT MANAJEMEN HUTAN TANAMAN GOWA