Tag Archives: Inhutani I

KONSOLIDASI PERUNDINGAN PERDAGANGAN INTERNATIONAL BIDANG LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Senin (04/11/2019) bertempat di Hotel Menara Peninsula Jakarta, dilakukan Koordinasi tentang Perundingan Perdagangan International Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Acara ini diselenggarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan mengundang perwakilan dari Kementrian Perdagangan serta stakeholder terkait. Poin pembahasan dari kegiatan ini adalah posisi komoditi produk Lingkungan Hidup dan Kehutanan di dalam Perundingan International. Narasumber dalam acara ini yaitu :

  1. Ni Made Ayu Marthini, Direktur Perundingan Bilateral, Kementrian Perdagangan
  2. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan.
  3. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan
  4. Dr. Ir. Iskandar Panjaitan M.Sc, Direktur Perundingan Perdagangan Jasa, Kementrian Perdagangan.
  5. APKINDO (Asosiasi Panel Kayu Indonesia)
  6. Ir. Erie Heryadi, Wakil Ketua Umum INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia)

Ni Made Ayu Marthini (Direktur Perundingan Bilateral, Kementrian Perdagangan RI) mengatakan bahwa sampai saat ini tim perunding telah berhasil menyelesaikan 20 perundingan dengan beberapa negara yang diantaranya adalah Jepang, Pakistan, Chili, Korea, India, Hongkong, China, Mozambique, Australia dan New Zealand serta Negara EFTA (Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein). Berhasilnya penyelesaian perundingan ini tentu saja sangat menguntungkan bagi para pelaku Eksport karena dengan sepakatnya perundingan tersebut maka biaya eksport akan semakin murah ke Negara-Negara tersebut sehingga potensi pengembangan pasar ke negara tersebut menjadi terbuka.

Dengan adanya informasi dan peluang ini Kementrian Perdagangan RI mengharapkan para pelaku ekspor untuk memanfaatkannya dengan sebaik mungkin dan mulai membuka pasar serta mitra di Negara-Negara tersebut. PT. Inhutani I yang merupakan salah satu pelaku ekspor, telah melakukan eksport ke beberapa negara tersebut yaitu Jepang, Pakistan, Korea, India dan Australia, sedangkan beberapa negara potential lain seperti Chili, Mozambique, dan Negara EFTA masih belum dimanfaatkan. Oleh karena itu PT. Inhutani I perlu menyiapkan kajian produk yang dibutuhkan dan potensial untuk di ekspor ke Negara-Negara potential tersebut.

Selain membahas tentang perundingan yang telah berhasil di selesaikan, kegiatan pada hari senin tersebut juga membahas tentang perdagangan jasa. Pembahasan perdagangan jasa ini di sampaikan oleh Dr. Ir. Iskandar Panjaitan M.Sc, Direktur Perundingan Perdagangan Jasa, Kementrian Perdagangan RI, Perwakilan Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan, APKINDO, dan juga INKINDO.  Berhubungan dengan perdagangan jasa ini PT. Inhutani I sebenarnya telah memiliki potensi untuk dikembangkan. Potensi tersebut berupa jasa wisata yang saat ini sedang dikelola oleh PT. Inhutani I yaitu Wanawisata Bukit Bengkirai, Wanawisata Mangrove, dan Wanawisata Tarakan. Pengembangan potensi wisata ini harus benar-benar diperhatikan dan dilakukan pengkajian yang menyeluruh agar potensi yang dimanfaatkan tidak serta merta merusak jasa lingkungan yang ada. Promosi,pengembangan sarana prasarana, dan penyusunan program wisata rasanya perlu dilakukan untuk menjaring pengunjung baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Dengan adanya koordinasi Perundingan Perdagangan International di Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup, diharapkan mampu mendorong industri kehutanan sehingga mampu berkembang dan memiliki daya saing yang tinggi. Saat ini produk Kehutanan berupa olahan kayu dan furniture menjadi salah satu produk prioritas di industri 4.0 bersama dengan makanan & minuman, tekstil & pakaian, otomotif, elektronik dan kimia. Selain itu produk lingkungan hidup yang berupa jasa wisata alam juga memiliki potensi yang besar untuk dapat dikembangkan.

Konsultasi Publik Road Map Silvikultur Intensif (SILIN)

Kegiatan Konsultasi Publik Road Map SILIN

PT. Inhutani I menghadiri konsultasi publik mengenai Road Map Silvikultur Intensif (SILIN) yang diselenggarakan oleh Dirjen PHPL Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Acara dilaksanakan pada hari selasa tanggal 22 Oktober 2019 di Hotel Pullman Central Park Jakarta. Acara dipimpin oleh Plt. Direktur Jendral Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Moch Na’iem, M. Agr dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Selama 30 tahun terakhir, terjadi penurunan produksi kayu hutan alam, industri kehutanan, dan jumlah tenaga kerja sektor kehutanan yang berdampak pada penurunan penerimaan negara berupa Dana Reboisasi (DR) dan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) sebesar lebih dari 77%. Upaya pengembalian hutan alam produksi perlu dilakukan dengan melakukan kegiatan penanaman pengkayaan dengan menggunakan jenis tanaman komersial unggul. Salah satu kegiatan penanaman pada hutan alam dapat dilakukan dengan penerapan teknis silvikultur intensif (SILIN). Silvikultur Intensif adalah teknik silvikultur yang memadukan 3 elemen yaitu pemuliaan pohon, manipulasi lingkungan, dan Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Jenis yang dikembangkan adalah Shorea leprosula, S. parvifolia, S. platyclados, S. johorensis, S. macrophylla, dan S. stenoptera.

Penyusunan Road Map SILIN ini memiliki maksud dan tujuan memberikan arahan rencana aksi dan implementasi Silvikultur Intensif hutan alam Indonesia, dalam kurun waktu tahun 2020-2045. Target pengembangan SILIN adalah penyiapan SDM terampil dibidang SILIN, penyiapan pedoman dan petunjuk teknis SILIN, terbangunnya mekanisme pasar terbuka untuk tanaman SILIN, dan peningkatan IPTEK tanaman SILIN. SILIN diterapkan pada 20% areal hutan alam sekunder di areal IUPHHK-HA. Penerapan SILIN diyakini dapat mengembalikan dan memperbaiki ekosistem hutan alam, dari sisi potensi kayu.

Focus Group Discussion (FGD): Pengembangan Pinus Bocor Getah Perum Perhutani

Perum Perhutani mengundang PT Inhutani I untuk menghadiri agenda Focus Group Discussion (FGD) mengenai Pengembangan Pinus Bocor Getah Perum Perhutani di Pusat Penelitian Pinus Perhutani Baturraden pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2019. FGD dipimpin oleh kelompok Peneliti Pinus Perum Perhutani, dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Moch Na’iem, M.Agr dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dan Dr. Ir. Gunawan Santosa, M.Si dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Suasana FGD di Puslitbang Pinus

FGD membahas mengenai hasil penelitian dan pengembangan Pinus Bocor Getah (PBG) dari asal benih KBS di berbagai KPH di Divre Jateng dengan luas 2.870,5 Ha. Penelitian PBG dilakukan sejak tahun 2004 hingga 2019 dan telah menjadi sumber materi pucuk/cangkok setelah sebelumnya dilakukan seleksi berdasarkan produksi getah. Produktivitas PBG sebesar 50-270 gram/pohon/lubang/hari dimana lebih produktif dibandingkan pinus normal.

Puslitbang Pinus
Kunjungan ke persemaian pinus

Pengembangan PBG telah menerapkan teknik Silvikultur Intensif. Pembibitan PBG merupakan bibit unggul hasil dari permuliaan tanaman. Pembibitan dilakukan menggunakan teknologi pembibitan secara generatif dari benih KBS, dan secara vegetatif dari hasil permuliaan pohon PBG berupa stek pucuk dan cangkok pucuk. Selain itu juga dilakukan proteksi tanaman dengan memanipulasi lingkungan tempat tumbuh dan pengendalian hama dan penyakit tanaman agar kualitas tetap terjaga.

Kegiatan proteksi tanaman pinus bocor getah

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi getah, Perum Perhutani menggunakan sistem bor sadap PJ18. Teknik sadap tersebut dapat meningkatkan produktivitas getah yang sebelumnya menggunakan teknik kuare sebesar 6-10 gram/pohon/hari menjadi 28-104 gram/pohon/hari. Peningkatan kualitas getah selain menggunakan sadap bor PJ18 juga dengan wadah getah SN72 yang dapat meningkatkan mutu dari mutu 1, 2 dan premium menjadi mutu super premuim.

Rendemen dari ekstraksi getah mengalami kenaikan dari 86-88% menjadi 95%. Selain memerhatikan hasil produksi getah, Perum Perhutani juga menerapkan pola tanam agroforestri. Pola tanam agroforestri dapat menjaga kelestarian sumber daya hutan, menambah pendapatan perhutani dan mensejahterakan masyarakat desa sekitar hutan.

Tegakan pinus di Puslitbang Pinus Baturraden

Membangun Negeri Bersama Inhutani

Mari kita satukan hati

Kerja Nyata dan Pasti

Bakti BUMN pada Ibu Pertiwi

Alunan Mars BUMN bergema di halaman gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara pada Jumat, 23 Agustus 2019. Para millenials karyawan baru BUMN  yang berasal dari berbagai perusahaan milik negara ini mengikuti inaugurasi karena telah lolos dari program perekrutan bersama FHCI BUMN tak terkecuali karyawan baru dari PT. Inhutani 1 yang mengirimkan perwakilannya sebanyak lima orang.

Terpancar energi positif dari para muda mudi terbaik bangsa karyawan baru BUMN. Semangat para millenials diharapkan mampu membawa BUMN meraih dan mempertahankan kejayaannya. PT. Inhutani sebagai Holding BUMN Kehutanan memiliki harapan besar pada generasi muda nya untuk berkontribusi aktif dan mampu membawa angin segar bagi kejayaan Inhutani dan Kehutanan di Indonesia.

Foto bersama Manager Senior SDM PT Inhutani I (kiri) perwakilan millenial Inhutani (tengah) dan Staff Legal PT Inhutani I (kanan)

video Mars BUMN dapat diakses di:

Mars BUMN